October 13, 2011

bagian dari proses

Pagi ini, di tengah membaca ebook yang saya dapati kemarin, saya sambil chat dengan temen saya, satu jurusan dan sama-sama sedang mengerjakan skripsi. Sebut saja A. Kemarin, teman saya yang lain, si O, bilang kalau si A lagi stress terkait skripsi. Tapi si O tidak memberikan alasannya kenapa. Setelah mengaitkan dengan info lain, saya tau, pasti sebabnya sidang proposal.

Pagi ini saya baru tahu, A belum dapat jadwal sidang proposal karena pembimbingnya belum juga konfirmasi kapan bisa mendampingi anak bimbingannya untuk sidang proposal. Katanya dikontak tapi nggak ada respon.

Saya pun jadi teringat nasib skripsi saya pula. read more »

October 4, 2011

Perempuan (saja) yang Harus Baik?

Hanya catatan singkat.
Sebetulnya sudah cukup lama ingin menuliskannya. Beberapa masa silam, ketika itu kondisinya sedang diskusi tentang proses menuju pernikahan, pernikahan, rumah tangga dan tetek bengek tentangnya. Partisipan dalam diskusi tak sengaja itu hanya bertiga. Saya yang Cuma ikut-ikutan, seorang mbak yang sudah mempunyai jagoan kecil, dan seorang laki-laki yang sudah cukup umur untuk menikah.
Entah dari mana diskusi itu bermula, yang jelas bukan saya yang memulai. Ada satu poin yang cukup membuat saya berkomen : ihhhhh, setelah si laki-laki partisipan diskusi itu mengeluarkan pendapatnya. Tau kah apa yang dikatakannya?
“Yang perlu soleh, baik, pinter dalam rumah tangga itu perempuannya aja. Laki-laki mah ga perlu.” Demikian katanya.
Idih. Ko gitu?
“Iya, laki-laki yang penting bisa cari duit, menghidupi keluarga secara financial. Kan yang banyak interaksi sama anak kan yang perempuan. Jadi dia mesti shalihah, pinter, dsb.”
Doeng!! Zzzz..banget gak sih?
Batin saya, dih, enak aja klo semua laki-laki berpikiran gitu.
Helloooo…
Setau saya yah (CMIIW) tugas mendidik anak itu bukan Cuma kerjaan perempuan aja. Udah gitu, emang sih, laki-laki mungkin tugas utamanya menafkahi keluarga. Tapi kan bukan juga berarti melupakan tugas lainnya. Bukankah laki-laki juga punya tugas mendidik istrinya? Kalo laki-laki ga shalih, ga pinter juga, siapa yang akan menshalihahkan istrinya, menjadikannya pintar? Masa iya mau pinjem suami orang? Ckckck -_________-‘’

3 Oktober 2011, 7:10 pm,
Iseng, suntuk skripSIP, tiba-tiba inget ada yg mau ditulis :p

August 25, 2011

Diusir

Ini cerita tentang saya dan kelompok lingkaran pekanan saya beberapa waktu lalu. Hari itu, saya dan beberapa teman, yang jumlahnya kala itu tidak full, melakukan kegiatan rutin kami di sebuah masjid. Kami cukup sering melakukan kegiatan kami disana. Dan hari itu, menjadi berbeda dari hari biasanya.
read more »

July 19, 2011

Lagu Saya :D

Di postingan kali ini saya akan berbagi lagu-lagu yang masuk playlist saya belakangan. Kalo terkait lagu, secara umum saya suka lagu yang temponya agak cepat. biasanya, preferensi saya lagu nasyid. Jadi nasyid yang bertempo agak cepat. Untuk lagu-lagu tersebut, biasanya saya suka yang acapella, tapi suka juga non-acapella. Dulu saya terhitung cukup update dengan perkembangan nasyid. Tapi belakangan saya ga terlalu update dengan perkembangan tim nasyid yang dulu saya ikuti. Sekarang-sekarang hanya update lagu-lagu dari penyanyi seperti Maher Zain aja.

Lah, tapi ini postingan sebenernya bukan mau ngomongin nasyid. Tapi lagu yang menghiasi playlist saya. Oh ya, nasyid juga masuk, tapi ga ‘seheboh’ dulu karena sekarang porsi saya dengerin lagu juga berkurang semenjak laptop saya pake seven dan ga bisa bunyi soundnya. He. :D .
Yak, lagu yang biasa saya dengerin belakangan dan oke punya adalaah…

1. Today My Life Begins – Bruno Mars
Saya tahu lagu ini dari temen saya namanya Ania. Katanya bagus. Saya suka lagu ini dari pertama kali denger. Selain enak didenger musiknya, oke juga liriknya. Pas banget buat theme song saya yang lagi nyekripsi. Hihi. Berikut penggalan liriknya..

i will break these chains that bind me, happiness will find me
leave the past behind me, today my life begins
a whole new world is waiting it’s mine for the taking
i know i can make it, today my life begins

Mantep kan? Pas sama saya yang pernah ragu sama diri saya sendiri bisa menyelesaikan skripsi pada deadline semester lalu dan akhirnya emang ga bisa. *harusnya ga boleh begitu..

2. Freedom – Maher Zain
Kalo lagu ini adalah single terbaru dari Maher Zain. Sebelumnya, saya juga suka denger lagu-lagunya. Enak musiknya, bagus-bagus juga kalo diresapi. Nah, lagu freedom ini juga begitu. Liat aja vidklipnya di Youtube. Kesan yang ditampilkan dari lagu ini juga adalah betapa sebuah kebebasan (freedom) itu merupakan hal yang membahagiakan.

3. Firework – Katty Pery
Nah, kalo lagu ini, saya suka terlepas dari sosok penyanyinya dan untuk apa lagu ini. Liriknya bagus. Musiknya juga bertempo cepet jadi bikin bergerak cepat juga. :D
Hm, kalo diamati dari komen saya untuk tiga lagu di atas, ternyata memang jenis musik yang jadi pintu masuk bagi saya buat suka atau gak sama sebuah lagu. Terus lirik lagu juga ga lupa sama pentingnya. :D Kalo pengen tau lagunya, silahkan cari, download, lalu mainkan! :D

Selamat menikmati.

July 17, 2011

What a Life!

Setiap manusia sudah tertulis takdirnya. Begitupun saya, kamu, dan mereka. Hidup manusia juga ibarat roda yang terus berputar. Kadang di atas, kadang di bawah. Kadang sedih, kadang bahagia, juga kadang yang lain. Yang jelas, itu semua sudah diatur oleh-Nya. Manusia satu sama lain punya takdir masing-masing. Sekarang senang, beberapa waktu kemudian sedih, sangat mungkin Allah perkenankan. Apapun kondisinya, itulah ketentuan Allah bagi kita. Maka, atas ketetapannya tersebut, bersedih dan bersenang lah secara proporsional. Tidak berlebihan.

June 15, 2011

Allah Tahu Mana yang Terbaik, kok!

Pernahkah putus asa dan menganggap apa yang Allah takdirkan itu tidak baik untuk kita?
Perasaan seperti ini sangat manusiawi saya rasa. Saya pun pernah merasa demikian. Biasanya sih perasaan-perasaan ini muncul ketika kita terpapar suatu cobaan. Ketika cobaan baru menimpa kita, seringkali kita kurang mampu berpikir jernih dan akhirnya tidak menerima takdir tersebut. Padahal, dalam surat Al Baqarah : 216 Allah berfirman :

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

Ya, sering kali kita menganggap kita tahu segalanya untuk kita. Kita lupa kalau Allah lebih tahu yang terbaik bagi kita. Sering kali kita gak sadar kalau ketetapan Allah itu pasti ada hikmahnya. Hikmah itu sering kali baru kita sadari setelah kita mendapatkan hikmah tersebut.
Tak mudah memang untuk bersabar atas ketetapan Allah yang kita anggap buruk.

Saya pribadi juga sering kali perlu berpikir dulu ketika menghadapi masalah. Tapi ya, pelan-pelan bisa juga. Kebetulan kemarin habis menerima suatu ketetapan Allah yang cukup sulit untuk mengondisikan diri saya. Tapi akhirnya perlahan bisa juga. Toh kalau itu sudah ketetapan, mau diapain lagi? berlarut-larut dalam masalah gak ada gunanya. Penting sih memang untuk menjadikannya pelajaran. Tapi, perlukah berlarut-larut hingga akhirnya kita justru tidak melakukan tindakan-tindakan untuk memperbaiki?

Salah satu cara yang bisa membantu kita untuk bisa bersabar dan mengikhlaskan ketetapan Allah yang kita anggap masalah itu, kalau kata saudari saya, adalah dengan membaca Al Quran dan menghayatinya. Juga banyak berdoa. Ya, mendekat kepada-Nya, pemberi ketetapan. Kalau bukan kepadaNya, kepada siapa lagi?

Selamat latihan sabar, meyakini ketetapan Allah adalah yang terbaik. Yakin saja, dunia tidak akan runtuh kok hanya karena kita mengalami satu masalah. Justru kita yang akan runtuh kalau berlama-lama meratapi tanpa melakukan sesuatu untuk memperbaiki ataupun melakukan tindakan lainnya.

Daripada capek berkesudahan? Memasrahkan kepadaNya itu jauh lebih baik. Tanpa melupakan usaha tentunya.

Demikian, semoga bermanfaat. Ini juga pengingatan buat saya juga nih. :)

May 12, 2011

13 Mei


Hari ini 12 Mei dan besok 13 Mei. Ada apa dengan 13 Mei?
Harusnya 13 mei itu saya mengumpulkan draft skripsi yang sudah di-acc dan siap disidangkan.
Trus?
Yah, sampai hari ini saya masih bab 3.
Salah saya juga sebenarnya, kurang maksimal di hari-hari lalu.
Hari ini saya masih bab 3, belum pula wawancara yang jadi sumber data primer saya.

whattt?

Yeah, itulah kenyataannya.
Trus gimana dong??
Saya sudah kehilangan harapan untuk mensubmit 13 Mei: BESOK.
Tapi saya ga patah semangat untuk segera menyelesaikannya.
Ya, saya masih semangat segera menyelesaikannya.
Menyelesaikan yang masih saya kerjakan, masih saya buka filenya meski ga tentu berapa lama saya buka tiap harinya. Masih harap-harap cemas mau wawancara dsb.

Trus kapan selesai??

Target saya selesai bulan JUNI.
Doakan saya yaaaa…>.<

SEMANGAAAAAAAAAAAAAAAATTTT!!

gambar diambil dari sini

January 24, 2011

Lagi tentang Globalisasi

Beberapa waktu lalu, seperti hasil review WordPress terhadap blog usernya, termasuk saya seperti yang pernah saya posting sekitar awal bulan ini, salah satu kata kunci yang dipakai orang yang akhirnya menyasarkan ke blog saya adalah kata kunci : Islam dan Globalisasi. Kata tersebut menjadi salah satu kata kunci yang menyasarkan orang-orang kemari. Nah, jadinya kalo kata wordpress, saya disuruh banyak-banyak posting tentang tema tersebut karena akhirnya tema itu jadi power bagi catatan saya ini.

kebetulan di semester tujuh kemarin saya mengambil mata kuliah Globalisasi dan Politik di Indonesia. Pada kuliah tersebut, saya sempat bikin empat review dari bacaan yang jadi rujukan. Salah satunya adalah dari buku berjudul Globalisation from below. Waktu itu saya cuma ngereview bab satu aja sih, tapi lumayan ngasi pemahaman tentang fenomena globalisasi dan gerakan-gerakan penentangnya.

Berikut review saya dan semoga bisa menjadi tambahan pengetahuan bagi pembaca sekalian, ^_^

****

Globalisasi dan Penentangnya

Bahan Bacaan:

Jeremy Brecher. 2002. Globalization from Below : The Power of Solidarity. Massachusets: South End Press. Chapter 1 “Globalization and Its Specter”. read more »

January 9, 2011

Konsekuensi

Segala sesuatu pastilah akan ada konsekuensinya. Begitupun dengan hidup. Masalah-masalah kehidupan juga kematian adalah bagian dari konsekuensi tersebut. Bagaimana akhir dari sesuatu tersebut tentu tergantung pada diri kita sendiri. Saya percaya bahwa kita akan mendapatkan apa yang kita tanamkan. Meski pernah suatu ketika, ada juga yang tidak demikian.
Jika kita menginginkan konsekuensi dari apa yang kita lakukan itu berakhir dengan baik, dengan indah, ya tentu yang kita lakukan mesti demikian pula. Melakukannya sebaik mungkin, usaha sekeras mungkin, ikhtiar terus menerus juga doa yang mestilah tak pernah putus. Sungguh-sungguh. Pada akhirnya, kita dihadapkan pilihan : sungguh-sungguh atau hasil akhir yang tidak indah?

Blogged with the Flock Browser
January 2, 2011

Catatan Rifa di 2010

Siang ini, saya cek email dan mendapati dapet email dari wordpress yang isinya kurang lebih overview dari blog saya selama 1tahun kemarin. Di email itu dibilang, kesehatan blog saya: Fresher than ever. Apresiatif sekali ya, padahal selama 2010 saya cuma posting 2 kali, dengan jumlah dikunjungi 1700 kali, dan busiest day pada tanggal 20 Desember 2010 dengan jumlah pengunjung hari itu cuma 36. Kalo kata di email itu, jumlah 1700 tadi itu bisa dianalogikan kayak jumlah penumpang empat pesawat boeing 747 yang satu pesawatnya masing-masing sekitar 400 orang. :D hihi, lucu juga yah.

Oke, lanjut. :D

Selain overall blog health tadi, email ini juga mengulas postingan yang paling sering dibaca. Dan postingan saya yang paling sering dibaca adalah postingan berjudul Islam dan Globalisasi yang sebenarnya merupakan resume dari sebuah buku. Postingan kedua adalah, yang berjudul Arti Nama, yang dulu saya buat untuk mengerjakan PR dari teman saya. :D

Taukah saudara-saudara, postingan yang paling banyak dibaca itu justru postingan yang saya buat sebelum 2010! bahkan postingan dibaca terbanyak itu adalah postingan tahun 2008! Ckck, ini sebenernya kalo buat saya menggambarkan kalo postingan saya ga ada yang bagus di tahun 2010 kemarin dan ternyata tema itu (Islam dan Globalisasi) jadi power blog saya ini, makanya dibilang juga di email biar saya konsisten posting tentang itu. :D

Jadi pengen tanya, bagaimana dengan blogmu? :D

~btw, ko ada tmn yg saya tanya, ktnya ga dapet email beginian yak? :-?

December 13, 2010

Senyum Bocah Penjual Koran

Lokasi tempat tinggal saya (kos) yang berada di sekitar halte UI mau tak mau memang membuat saya harus selalu menggunakan Bis Kuning untuk menuju kampus. Tiga hari dalam seminggu, saya berangkat pagi sekitar pukul delapan bahkan suka lewat padahal kuliah dimulai jam delapan dan kembali lagi menggunakan Bis Kuning ke halte tersebut maksimal pukul 20.30. Sesekali dan sekarang cukup sering, jika tidak agenda lagi selepas kuliah, saya bisa kembali siang atau sore. Di sela-sela penantian bis kuning tersebut, bisa dipastikan saya akan menemui anak-anak berusia sekolah dasar dan maksimal sekolah menengah pertama yang menjual koran. Kompas, Media Indonesia, SINDO adalah beberapa harian yang biasanya mereka jinjing. Kalau pagi, jumlah jinjingan tersebut bisa setebal 50 cm atau lebih. Miris memang. Anak-anak itu menawarkan koran yang mereka bawa kepada para mahasiswa/i yang berada di halte atau calon penumpang bis kuning lainnya. pengguna bis kuning bukan hanya mahasiswa kan?

Tak jarang, mereka ikut pula naik bis kuning untuk menawarkan kepada penumpang bis. Siapa tahu dari penumpang tersebut ada yang butuh koran. “Kak, korannya kak.” demikian yang mereka ucapkan ketika menawarkan koran mereka.Kalau siang atau sore hari, biasanya kalimatnya ditambah menjadi, “koran kak, masih banyak nih kak, nanti gak boleh pulang kalau belum habis.” Rata-rata mereka menawarkan dengan wajah memelas. Bentuk ekspresi karena koran masih banyak, atau mungkin kondisi lain seperti lapar atau haus. Ditambah ketika calon pembeli menolak, mereka merajuk. Ya, rata-rata demikian.

Namun, suatu hari, saya menemukan ada yang berbeda. read more »

December 10, 2010

Kembali

AKhirnya saya mengisi lagi blog ini, setelah sekian lama break tanpa pamit dan tanpa menentukan akan kembali kapan. Kurang lebih satu tahun lamanya saya tidak update blog saya ini. Lihat saya postingan sebelumnya yang saya tulis November tahun lalu, sampai-sampai beberapa teman bilang: blognya rifa udah lumutan lah, ada juga yang nanyain kapan terakhir posting dan nyuruh update. Hehe. Apa yang membuat saya berhenti ngeblog 12 bulan ini sebenarnya bukan karena gak ada hikmah yang bisa diceritakan, ataupun karena gak ada waktu. Dua hal itu bisa dilawan sebenarnya. Percayakah kalau absennya saya beberapa bulan kemarin adalah karena ketidakpedean dan merasa apa yang sering saya tulis adalah sampah seperti makalah-makalah satu malam saya? Yah, kenyataannya memang demikian. Merasa apa yang saya tulis tidak ada maknanya. Padahal tidak ada yang sia-sia ya di dunia ini.

Lantas, kenapa tiba-tiba saya posting lagi? Ini sebenarnya terdorong oleh aktifitas blogwalking yang saya lakukan dua-harian ini. Ternyata dah lama juga saya gak blogwalking, ternyata juga, itu ngaruh buat saya. Akhirnya ngintip-ngintip blog orang itu bikin saya ingin kembali ke dunia yang saya senangi sebenarnya (terkait tulis menulis, bloging, networking, etc untuk kemudian jadi orang yang produktif) meski saya sadar, sudah tertinggal sepertinya. Gak hanya tertinggal, tapi terlewat beberapa kesempatan yang dulu sering ingin saya lakukan (apa coba?).  Tapi kalau kata pepatah, better late than never. Makanya saya balik lagi dan harapannya sih semoga istiqomah. Hehe. Mohon doanya yaaa… :) :)

November 19, 2009

Ukhuwah itu. . .

Ukhuwah itu ketika kau senang hati menemani saudaramu mencari apa yang dibutuhkannya, atau bahkan kau mencarikannya

Ukhuwah itu ketika kau mencemaskannya yang pergi sendiri padahal baru sembuh dari sakit

Ukhuwah itu ketika kau mampu memberikan bahumu ketika ia menangis

Ukhuwah itu ketika kau membiarkan ia meminta bagian makananmu

Ukhuwah itu ketika kau merelakan matamu tetap terbuka, dan kupingmu mendengar ketika ia sedang banyak cerita

Ukhuwah itu ketika mau meminjamkannya uang sementara kau sendiri juga membutuhkannya karena kau tau dia lebih membutuhkan uang itu

Ukhuwah itu ketika kau senang membantunya.

Ukhuwah itu besar artinya

Bagaimana menurutmu?

Tags: ,
October 2, 2009

Sampai Pake Batik di Kaki

Sejak beberapa hari lalu, saya lihat di pengumuman-pengumuman, imbauan untuk pakai batik di 2 Oktober. Dan hari ini, 2 Oktober. Hm, hari Pakai Batik Indonesia kali yah. Ternyata, imbauan itu cukup didengar masyarakat sekitar saya, masyarakat kampus FISIP UI tepatnya. Bagaimana dengan saya sendiri? Saya tidak pakai batik! Heu, bukan karena tak cinta dengan budaya sendiri, tapi ada alasan lain yang lebih ke teknis sebenarnya. *alasan saja saya ini*

Kembali ke tadi, masyarakat kampus cukup mendengar imbauan untuk memakai batik. Sepanjang jalan dari stasiun sampai kampus saya di FISIP, banyak yang mengenakannya. *kebetulan tadi pagi naik angkot, jadi lewat stasiun*. Yang pria mengenakan kemeja bermotif batik, dan yang perempuan memakai blouse batik, meski mereka tidak benar-benar full batik. Banyak yang pakai celana jeans. Hm, ingin perpaduan budaya kali yee. Hoho.

Dan yang mengejutkan, ternyata ada yang begitu cintanya dengan batik, mungkin terkendala tidak ada batik dalam bentuk baju atau karena masalah teknis lainnya, ada mbak-mbak yang pakai batik di sandalnya! wkwkwk.. how unique, isn’t? Ini beneran nyata. Bahkan saya sempat memfoto dengan hape saya yang standard meski mbak-mbak itu sambil jalan. Tapi sayang, belum sempat saya transfer filenya. Lain waktu jika sempat, akan saya upload di sini.

Fenomena ini, bagi saya, sedikit banyak menunjukkan kalau masyarakat kita masih cinta dengan budaya yang dimilikinya. Terlebih dengan kasus beberapa waktu lalu yang masih hangat dan tak akan habis dibicarakan: klaim Malaysia atas budaya Indonesia. Mudah-mudahan, rasa cinta budaya dan tanah air tidak hanya satu hari ini saja. Tidak pula hanya ditunjukkan dengan memakai batik. Tapi dengan aksi nyata lain, yang konkret, dan dapat dirasakan manfaatnya. Semoga. :)

September 2, 2009

Gempa Pertama

Ini bukan soal gempa dimana yang pertama kali muncul ato apalah. Tapi ini tentang saya yang pertama kali merasakan gempa. Ga sampai dua jam lalu, saya baru merasakannya. Bahkan hampir ga ngeh kalo yang saya rasakan itu gempa. Hehe.

Yak, tadi saya lagi ngenet di perpus kampus saya. Baru saja memasukkan ID dan password di sebuah portal penyedia akun email. Tiba-tiba saya merasakan kalo kursi saya bergetar. Getar yang cukup terasa. Saya pikir di belakang ada teman yang sedang mengguraui saya dengan menggoyang-goyangkan kursi. Tapi tak ada. Bahkan sebelah kanan-kiri saya pun sedang tidak memainkan tangannya sehingga meja bergetar ataupun melakukan tindakan lain yang berakibat serupa.

Begitu saya nengok ke kanan, “Gempa yah?” kata sebelah saya. Wew! Serius nih? begitu pikir saya. Antara ragu mau keluar apa nggak, tapi cenderung yakin ga bakal kenapa-kenapa, saya pun berdirii. Orang-orang banyak yang mau keluar. saya pun akhirnya begitu. Keluar ruangan, kemudian di luar pun akhirnya menjadi ramai.

fyuh.. ada yak, orang yang kayak saya, agak gak ngeh kalo gempa. Ga bisa bayangin deh, gimana kalo saya lagi tidur dan ga kerasa ada gempa. Ckckck.. Alhamdulillah gempa siang tadi ga menimbulkan kerusakan lebih besar di sekitar saya. Tapi tidak di tempat lain.

Mudah-mudahan cepat pulih dan tidak terjadi gempa susulan. Amiin.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.