Saya Tidak Bisa Mengarang! huhu (catatan hari kedua UAS)


Yah. Itulah yang terjadi pada saya. Saya tidak bisa mengarang. Seperti sudah menjadi rahasia umum di FISIP mengenai mengerjakan soal-soal ujian. “Ngemeng aja!” begitu kata orang-orang. Mengarang indah, kata yang lain. Ada anggapan, kalo jawaban panjang, bakal dapet nilai bagus. Wajar saja, di FISIP kulturnya demikian, kan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, jadi begitulah.

Tapi bagi saya, mengarang, terutama di saat mengerjakan ujian, haruslah ada konsep yang jelas. Ga asal ngomong panjang lebar gitu aja. Kalo ngalor-ngidul, semua juga bisa. Iya ga?

Sekitar sepuluh menit awal mengerjakan soal Pengantar Antropologi, saya Cuma bengong aja. Bingung mau ngerjain yang mana dulu. Sama-sama ga bisa semuanya. Malam tadi, saya belajar ga optimal, karena belajarnya bareng anak Antrop, padahal antrop ini ga kayak PIP yang smuanya sama. Mau baca Havilland, udah keburu males ngeliat tebelnya yang bisa buat bikin orang mengaduh kalo kena kepala.

Alhamdulillah, beberapa menit kemudian serasa dapat ilham. Ada gambaran harus nulis apa. Walopun akhirnya ga sebanyak temen-temen. Lho? Emang tau darimana kalo jawaban temen-temen pada banyak? Yup. Selama ujian, beberapa kali, jujur aja, Rifa tengak-tengok. Kanan-kiri, belakang, depan sblh kanan-kiri. Eits, tenang aja, bukan nyontek kok! Rifa Cuma liat jawaban temen-temen pada seberapa panjang. Lagian, Rifa ga bakal bisa ngebaca tulisan temen-temen. Jaraknya kan lumayan. Trus, mata Rifa juga kan ga normal. Jadi, jangan curiga kalo rifa tengak-tengok.

Ternyata jawaban Rifa tidak sepanjang milik teman-teman. Rifa tidak bisa mengarang tadi. Rifa sempet ga pede tuh. Abis kayaknya Rifa doang yang jawabannya dikit. Apalagi pas ada dua orang yang minta tambahan kertas. Hiks. Hmmm, apa ini karena belum bisa sepenuhnya beradaptasi?

Gimana yak, biar bisa ‘mengarang’ seperti teman-teman? Soalnya, konon beberapa dosen memang menginginkan jawaban yang panjang.

4 thoughts on “Saya Tidak Bisa Mengarang! huhu (catatan hari kedua UAS)

  1. sama seperti saya. tetapi cara yang paling baik yaitu dengan melatih kemampuan kita sebelum tes dengan menuangkan gagasan melalui tulisan. dengan demikian apa yang kita hapal lebih terkesan di ingatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s