Idul Adha untuk Siapa?

Sebenernya saya mau posting tentang ini sejak hari Idul Adha kemarin, tapi baru sempet sekarang. Di deket rumah saya, kebetulan ada sebuah musholla yang dipake untuk warga yang tinggal di jalan 7A, 7B (+beberapa orang 7C), juga 8A. kira-kira sekitar 45-55-an keluarga. Pas Idul Fitri kemarin, kira-kira ada 16 kambing yang disembelih.

Sekitar 150 meter dari rumah saya, ada juga musholla yang dipake warga di blok 5 dan 6. Banyaknya hewan yang disembelih saya rasa ga jauh berbeda, mungkin lebih banyak di sana, seperti tahun lalu. Kemudian, sekitar 300 meter dari rumah saya, ada sebuah masjid yang tentu saja juga menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban. Kata ayah saya yang ‘ditarik’ jadi pengurus yayasan masjid tersebut, tahun ini masjid menyembelih 25 lebih kambing dan kalo ga salah, ada sapinya juga.

Hm, Rifa apa-apaan sih ini, ngedata jumlah hewan yang disembelih buat apa? Saya sengaja ngasi sedikit data tentang jumlah hewan yang disembelih. Jadi begini, terkadang, ketika Idul Adha, saya berpikir, apakah daging-daging kurban tersebut tersalurkan dengan baik? Kenapa tiba-tiba saya berpikir demikian? Ya, karena selama ini saya sering mendapati, tetangga ataupun teman orang tua saya sering kali membagikan daging kurban ke kerabat mereka yang kondisinya mampu. Saya menemui hal ini, karena seringkali tiba-tiba ada orang datang, mengantarkan daging kurban dan ketika menyerahkan bungkusan tersebut berpesan seperti ini, “ini dari pak x”. Nah lho? Apa orang yang berhak sudah mendapat bagiannya? Kalo hanya satu orang, ga masalah, tapi, kadang nyampe tiga atau empat kali. Belum lagi karena ortu saya pengurus mesjid, rumah saya dikirimin juga. Saya perhatiin ga hanya terjadi di rumah saya, tetapi di tetangga-tetangga saya juga. Akibatnya, ga tau dari mana aja, di rumah ada daging lebih yang mestinya lebih dibutuhkan orang lain yang memang tidak mampu. 

Memang sih, saya pernah mendengar kalo orang yang berkurban di Idul Adha berhak menerima 1/3 dari daging kurbannya, dan mungkin saja yang dibagikan ke kerabat yang mampu itu mungkin bagian dari yang 1/3 itu. Tapi…  gimana yak? Ya kalo emang bagian yang 1/3 itu. Kalo bukan? Bisa-bisa yang 2/3 itu habis buat kerabatnya sendiri aja. Kalo kerabatnya ada banyak, dan semua dibagiin, bisa aja kan kalo yang 2/3 habis.

Pernah juga saya mendengar cerita dari adik kelas saya, katanya, ada di sebuah kepanitiaan penyembelihan kurban, ada pembedaan pembagian daging kurban, untuk panitia dan orang-orang dekat, diberi lebih banyak. Sedangkan orang-orang yang tidak mampu dan sudah mengantri memperoleh timbangan yang lebih sedikit.

Mm, mudah-mudahan yang begini tidak benar-benar terjadi, dan yang saya ceritakan di atas hanya dugaan saya yang berlebihan saja. Mudah-mudahan daging kurban tersebut sudah terdistribusi dengan baik sehingga nyampe ke tangan yang memang berhak.

One thought on “Idul Adha untuk Siapa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s