Sekolahku..

Hm, sebenernya, ini bukan cerita pengalaman saya waktu jalan-jalan. Tapi, berhubung idenya datang dari pas saya jalan, jadi saya tulis aja di kategori jalan-jalan. Idenya datang sewaktu saya disuruh jemput adik saya di sekolahannya, yang juga sekolah saya dulu. SMAN 1 Tegal. Sekolah yang katanya paling bagus di kota saya.

            Yak, karena saya jemput adik saya, saya jadi bisa menengok kondisi sekolah saya dari luar. Waktu itu lagi mau hujan, jadi saya ga mampir untuk melihat-lihat, takut kehujanan. Yak, saat ini, sekolah saya masih dalam keadaan di bangun. Proses ini udah dimulai sejak tahun lalu hingga membuat wajah sekolah saya berbeda. Tahap pertama, koridor ruang guru yang jadi objek pembangunan. Kemudian, sekarang koridor kelas tiga.

            Siapa sih yang ga suka dengan diperbaikinya sarana fisik sekolah? Tentu sebagian besar orang akan mendukung. Tapi, yang terjadi di sekolah saya tidak sepenuhnya demikian.Pembangunan tahap I telah mengubah lobby sekolah. Tadinya di sana terdapat relief peta Indonesia yang merupakan cirri khas sekolah saya, sekarang tidak ada lagi. Perubahan ini konon menuai banyak protes, padahal, bangunan yang baru lebih bagus. Sekarang di lobby sekolah saya sudah ada dua alat untuk absensi siswa. Absensi menggunakan SMART CARD.

            Pembangunan sekolah saya tersebut dimulai kerika Bapak Drs. Suroto, MM menjabat sebagai kepsek dan terus berlanjut hingga kepseknya sekarang sudah diganti. Pada era Pak Roto, cukup banyak perubahan dan membuat wajah sekolah saya lebih wah. Namun, pada jamannya juga, kenaikan SPP terus terjadi tiap tahunnya hingga sekarang menjapai angka di atas 170 ribu. Jumlah yang mahal jika disbanding sekolah-sekolah negeri lain di kota saya. Namun, dengan kenaikan hingga angka tersebut, peningkatan yang dirasakan hanya peningkatan perbaikan fisik semata. Sementara dari segi presatasi akademik, masih kurang.

            Hal lain yang belum menjadi perhatian adalah mengenai sarana Musholla di sekolah saya. Heran saya, bangunan yang lain jadi perhatian, eh, si Musholla belum diperhatiin. Sampe sekarang, menurut cerita adik saya, musholla sekolah belum bisa digunakan, akibatnya, kalo mau shalat musti ke musholla seberang. Duh! Bukan shalat saja yang jadi agak terganggu, kegiatan rohis sedikit banyak pasti terkena imbasnya. Saya yang pernah jadi anak musholla, bersama temen-temen merasa miris dengan keadaan ini. Katanya SBI (sekolah berstandard internasional), kok begini? Huh,,! Cape deeh…

5 thoughts on “Sekolahku..

  1. Sekarang renovasi udah rampung, n skarang mushola udah bisa digunakan,, prestasi di bidang akademik sama non akademik masih bisa buat sekolah lain menganggap SMA 1 adalah saingan terberat,, btw siapa adikmu?barang kali, saya kenal…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s