Mereka yang Tidak Seberuntung Kita

Siang tadi, kami mahasiswa Politik 07 FISIP UI mengadakan Baksos “PETAK UMPET” (Peran Serta Mahasiswa Politik untuk Menjalin Persahabatan) di SLB Dharma Asih Depok. Sasarannya adalah siswa-siswi tuna rungu. Ga bisa bicara dan dengar.

Jam 1-an kami sampai di sana. Mereka masuk siang. Yang pagi untuk penderita cacat mental. Sedikit mengejutkan ketika satu per satu mereka sampai di sekolah mereka. Ya, mereka tampak normal. Baru kelihatan ketika mereka ‘mencercau’. Sebagian mereka diantar oleh ortu, atau sopir keluarga mereka.

Jam 2 kurang, kami pun memulai acara kami. Di awali sambutan-sambutan kemudian lanjut games. Agak sedikit susah memberi penjelasan tentang permainan kepada mereka. Tapi, syukurlah guru-guru mereka semangat membantu kami. Suasana pun jadi seru dan ramai. Mereka bermain dengan antusias dan ceria bersama kami dan juga kakak-kakak kami di Departemen Ilmu Politik. Ah, senangnya melihat mereka bisa ceria. Berlarian bersama Kak Deta (Ketua HMIP), Yusuf, Aul, dll. Meski kadang kami tak mengerti apa yang mereka katakan. Ada pula yang semangat menggambar dan mewarnai.

Hari ini kami diberi kesempatan untuk melihat bahwa ada orang yang kurang beruntung sesuai dengan yang dikehendaki-Nya. Ada orang yang tetap bisa menjalani hidup tanpa sebuah “keajaiban” yang diberi-Nya seperti Dia berikan kepada kami. Bagaimana jika hal yang mereka rasakan juga dialami oleh kita? Apakah kita bisa melalui hari-hari kami seperti biasa? Hari ini kami diingatkan untuk peduli kepada mereka. Diingatkan untuk tidak menyinggung dan tetap bersahabat kepada mereka. Hari ini kami diberi kesempatan untuk masih bisa bersyukur. Terima Kasih, Allah…

*mudah-mudahan kita menjadi lebih peduli kepada mereka*

4 thoughts on “Mereka yang Tidak Seberuntung Kita

  1. Tanpa disadari memang seharusnya kita itu sepatutnya bersyukur atas nikmat yang tanpa disadari itu sangat berharga sekali,, sehingga kita lebih beruntung dibandingkan saudara2 kita yang di SLB itu..

    kegiatan yg bagus..

  2. Saya tiap hari ketemu orang2 yang kondisi fisiknya ‘kurang beruntung’, di peron stasiun. Tapi lama-lama kok jadi kurang respek ya, karena mayoritas mereka berprofesi sebagai peminta-minta.😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s