Kemandirian Finansial seorang Mahasiswa: Suatu Kebutuhan yang Ternyata Perlu Dipikirkan dan Diupayakan!

Beberapa waktu yang cukup waktu lama lalu (halah..), sebelum saya kuliah, saya mempunyai keinginan untuk bisa mendapatkan uang sendiri. Keinginan saya ini terinspirasi oleh beberapa orang di SINTESA yang saya kenal telah memiliki kemandirian dalam hal finansial.

Mereka bisa membiayai hidup mereka sendiri tanpa menggantungkan dari kiriman ortu. Wah, keren. Begitu pikir saya. Gimana nggak, di saat orang lain seusia mereka dan seusia saya kini kebanyakan masih minta duit ke ortu untuk keperluannya, mereka bisa mencarinya sendiri (meski banyak juga yang udah kerja keras lebih dari mereka).

Orang-orang yang saya kenal tersebut, mendapat sokongan tambahan untuk kehidupan mereka dengan mengajar les privat, ataupun magang. Awalnya, saya begitu tertarik dengan hal ini. Seseorang bercerita kepada saya mengenai pengalamannya, ada kesimpulan yang dapat saya ambil dan semakin membuat saya ingin melakukannya pula. Kenapa? Tidak semata-mata uang yang mereka dapatkan. Latihan dan network menjadi hal lain yang mereka dapatkan. Dan ketika di bangku kuliah, tidak hanya mereka, banyak teman dan senior yang ternyata melakukan hal yang sama!

Namun, seiring berjalannya waktu, hingga kemudian saya kuliah, ikut kegiatan ini-itu, keinginan itu sirna. Kekurangan saya dalam manajemen waktu membuat saya melupakan hal ini. Dan akhirnya, rencana-rencana ataupun gambaran saya dulu hilang sudah.

Dan sekarang ketika akhirnya saya dihadapkan pada pengeluaran ternyata begitu banyak dan ortu tidak memberikan jatah khusus untuk ‘uang beraktifitas organisasi’, kemandirian finansial menjadi hal yang saya butuhkan (sepertinya). Di samping itu, hal lain yang menjadi penyebab kebutuhan tersebut begitu terasa adalah karena saya ingat ketika beberapa waktu lalu teman saya mengingatkan kalo ortu kita memberi uang saku untuk kuliah, bukan untuk beroganisasi. Huaa… berarti saya merepotkan dong…

Ketika pulang ke rumah beberapa hari lalu, ortu saya mendorong saya untuk memanfaatkan liburan ini untuk mencari pengalaman (salah satu manfaatnya adalah membangun kemandirian finansial) bahkan menyuruh saya untuk menghubungi om saya yang aleg di semarang untuk magang disana (mungkin karena profesi om saya sdikit banyak ada hubungannya dengan ilmu yang sedang tekuni). Kata ortu saya, “bukan semata-mata untuk uang, banyak hal yang bisa kamu dapatkan.” Tuh kan, bener…

Trus saya gimana??

Nah, bingung deh saya. Cari magang dimana yak? Bisa dapet ga ya? Inget sama bulboard senior saya yang ga dapet magang. Trus, Gimana ngatur waktunya juga? Mengingat saya harus mengikuti sebuah rangkaian pelatihan hingga awal Agustus nanti. Belum lagi, keinginan untuk meng-upgrade bahasa inggris saya. Kalo bisa magang trus dapet fee, kan paling ga bisa menutup social cost kegiatan saya…hey,, inget, bukan semata-mata uang

Hmmm,,ada yang mau berpendapat??

7 thoughts on “Kemandirian Finansial seorang Mahasiswa: Suatu Kebutuhan yang Ternyata Perlu Dipikirkan dan Diupayakan!

  1. Coba dengan melakukan hal yang disukai aja, dengan menulis, penyiar, atau usaha bersama misalnya..

    Klo saya, karena sangat menyukai web design, akhirnya nekat buat terjun sebagai penyedia jasa pembuatan jasa.. Awalnya memang kecil-kecilan, ternyata setelah ditekunin hasilnya sangat memuaskan..

    Contoh lainnya, teman saya yang punya hobi menulis cerpen rajin mengirim artikel ke berbagai majalah, awalnya juga tidak memiliki hasil yang seberapa, tapi sekarang dia berhasil membukukan kumpulan cerpennya itu, dan hasilnya lumayan.

    So’ intinya, tidak masalah cara apa yang diambil (asal halal) namun yang penting konsisten dan kita menyukai dan menikmati pekerjaan itu..

  2. @kangmasjuqi:
    sayangnya, bagi saya… belum mudah untuk jadi org yang fokus,,

    @Berli:
    kadang ada ide sih pengen nulis2 gitu,, tapi, begitu nyediain waktu,, malah suka nge-blank,, huhu,,,

  3. Ketika saya kuliah dulu, alhamdulillah saya bisa membantu kocek orang tua saya. Kebetulan saya bisa memanfaatkan kemampuan saya dalam hal pembuatan spanduk. Boleh dikatakan isi kantong tak pernah kempis.😛
    Juga saya sempat bikin beberapa cerpen, artikel dan ulasan buku……..
    Justru setelah saya lulus, uang jarang saya pegang, karena kegiatan saya lebih banyak dipakai untuk mencari pekerjaan ketimbang mendapat pekerjaan.😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s