Rumah Islami Itu yang Seperti Apa?

Ada hal menarik ketika saya berjalan bersama seorang teman saya. Sebut saja namanya Bunga (halah.. kayak di berita apa..gitu ). Yak, ketika kami berjalan bersama beberapa bulan silam, teman saya tiba-tiba berhenti dan mencatat sesuatu di hapenya. Saya tanya, “Kenapa?” dan dia pun menjawab, “Gak, Cuma nyatet nomor telepon distributor perumahan Islami.”

Jawabannya itu cukup mengagetkan saya. Ngapain mikir begituan? Orang kuliah aja baru, nikah mah masih lama. Begitu pikir saya. “Ya, siapa tau aja nanti butuh. Siapa tau nanti pas udah punya suami dan punya duit, bisa jadi referensi buat cari rumah.” Lha, trus? “Iya, ntar kayaknya dunia anak saya nanti ga jauh beda seperti sekarang. Rumah gede yang bisa dipake buat syuro, liqo, pasti dibutuhin. Biar anakku nanti ga usah bingung cari tempat kalo mau ada acara.” Tambahnya lagi. Hm, bener juga.

Ya, kebingungan mencari tempat memang menjadi halangan tersendiri. Terlebih ketika dana pas-pas-an dan iuran sebagai jalan terakhir agak susah diwujudkan, maklum, kebanyakan dari kami masih menggantungkan hidup dari penghasilan ortu.

***

Kali lain, ayah saya bercerita bahwa di sebuah daerah di Tegal terdapat perumahan baru. Konon, perumahan Islami. Tapi, kata ayah saya ketika iseng jalan-jalan dan liat-liat, “Rumah Islami kok tipe 21?” Secara umum, tipe 21 hanya terdiri dari satu kamar tidur, ruang tamu, ruang tengah dan kamar mandi. Semuanya dalam ukuran cukup (bagi yang merasa cukup). “Gimana mau jadi rumah Islami, kalo mau hidup sesuai aturan Islam, anak ga boleh tidur sama ortunya, anak laki-laki dan perempuan ga boleh dicampur kamar tidurnya,Dsb (saya lupa)” Begitu alasan ayah saya kenapa rumah bertipe 21 belum layak disebut Rumah Islami.

Dan ketika itu saya pun inget dengan percakapan saya dan teman saya di atas, kemudian spontan bilang, “ tanah belakang dibikin ruangan aja. Kasi karpet, pasang AC ato minimal kipas angin lah, kalo perlu hijab juga kyk dimushala. Kan enak tuh buatshalat, lq, buat rapat, buat belajar kelompok..”

Serta merta ayah saya pun menjawab, “Ya.. kalo ada duitnya sih mau aja. Nah lho sekarang? Kebutuhan banyak.” Katanya

Saya pun mikir, emang bikin begituan butuh duit berapa ya? Ga cukup yah 5 juta?? *dengan wajah innocent karena tidak mengira sbelumnya*

Wkwkwkwk…

AC aja harganya berapa…:P *bletak…

Dan sekarang, bagaimana menurut anda?

Yang bagaimanakah rumah Islami itu?

5 thoughts on “Rumah Islami Itu yang Seperti Apa?

  1. @djuneidard:
    ga mudeng saya.. :p

    @awisawisan:
    udah pengen cepet punya suami yang soleh yak? :p

    @qQ:
    yep,, iya deh ka qQ,,🙂

  2. rumah islami yaitu:
    rumah yang selalu hidup amalan fardhu dan sunnah,
    rumah yang dihuni oleh ayah ibu dan anak2 yang sholeh/sholeha.
    rumah yang dihuni oleh umat yang lebih mendahulukan kepentingan saudara islamnya,
    rumah yang dihuni oleh umat yang banyak shodaqoh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s