Islam dan Globalisasi Dunia

Globalisasi yang melanda dunia tidak hanya pada satu bidang saja, tetapi terdapat pada berbagai bidang. Sepeerti politik, ekonomi, kebudayaan, dan agama. Globalisasi Politik, berarti upaya menundukan semua Negara untuk mengikuti super power yakni Amerika. Globalisasi semacam ini pada akhirnya akan membungkam dan menindak hak kaum muslimin seperti yang telah terjadi di banyak Negara seperti Kashmir, Philipina, Rusia, dan republik-republik Islam di Asia, dsb. Selanjutnya, Globalisasi Ekonomi. Ini merupakan fenomena yang paling menonjol dan mendapat perhatian yang besar bagi para pakar. Globalisasi Ekonomi pada akhirnya akan berpengaruh bagi politik nasional dan Internasional. Tidak itu saja, dampak dari Globalisasi Ekonomi dengan kapitalisme dirasakan oleh produsen, konsumen, pasar, dan distributor. Kapitalisme yang mencengkram dunia hanya menguntungkan masyarakat minor pemilik modal saja. Sedangkan mayoritas lainnya, terkuasai, tidak berdaya dan semakin tertindas. Bahkan menjadi buruh di negeri sendiri. Lainnya, Globalisasi Kebudayaan. Yang terjadi adalah terdapat upaya memaksa suatu kebudayaan kepada kebudayaan lain. Hal ini akan berpengaruh besar bagi kehidupan sebuah masyarakat. Dewasa ini, masyarakat dicekoki untuk kemudian menjadikan budaya Barat sebagai kesehariannya hingga kemudian budaya yang baru tersebut melepaskan atau mencopot identitas masyarakat. Untuk menanggulanginya, jelas perlu selektif dalam menerima suatu budaya. Harus dikembalikan pada akidah. Yang terakhir menjadi salah satu agenda membahayakan adalah Globalisasi Agama yang tujuannya adalah menggolkan agenda zionisme dan upaya berdirinya Israel.

Globalisasi yang terjadi di berbagai bidang tentu saja akan memberi pengaruh dan membawa perubahan bagi dunia di masa yang akan datang. Dari gejala yang tampak saat ini, dan melihat agenda globalisasi, yang akan terjadi di kemudian hari adalah keadaan dunia yang semakin buruk, terjadi ketidakadilan di mana-mana, dsb. Hukum tolak menolak merupakan sebuah sunatullah. Walaupun terdapat ‘agenda penghancuran besar-besaran’, tentu terdapat pula ‘agenda penghalau kehancuran’.

Dalam era globalisasi saat ini, tentu akan terdapat perbedaan-perbedaan dalam peradaban. Perbedaan tersebut kadangkala dapat memicu terjadinya pertarungan. Namun, ada kalanya pertarungan peradaban tidak perlu dilakukan. Terlebih jika peradaban yang ada dapat hidup berdampingan, terjadinya dialog, dan saling memberi. Tetapi, tetap saja, kita sebagai umat muslim tidak boleh melupakan agenda besar dibalik globalisasi.

Kita tidak boleh pula lari karena kita tidak akan mampu melupakannya. Kita tidak boleh pula menerima begitu saja, kita harus bergerak melindungi diri, bangkit memelihari diri dari serangannya dan saling membantu, bahu membahu membangun masyarakat. Maka, sikap terbaik yang dapat dilakukan adalah pertengahan, yakni mengambil yang baik dari globalisasi dan menjauhi yang buruk dengan tetap berlindung kepada keimanan kita, bangga dengan diri kita dan menjalankan yang mampu kita kerjakan untuk mengembangakan kemampuan kita sehingga hari esok akan lebih baik. Upaya melindungi diri tersebut hendakanya tidak hanya dilakukan diri sendiri, tetapi perlu juga dilakukan upaya untuk mengembalikan kesadaran masyarakat yang saat ini sedang ‘tidur panjang’. Jika ummat dapat bangkit, bukan tidak mungkin, kita dapat menghalau agenda besar yang menghancurkan tersebut. Tentunya, kita juga tidak boleh melupakan agama (Islam) yang merupakan pegangan hidup kita yang begitu sempurna yang telah mencakup berbagai hal dan bersifat menyeluruh. Jadi, tidak ada alasan untuk memisahkan agama dari kehidupan kita. Sekali lagi, karena Islam itu menyeluruh.

2 thoughts on “Islam dan Globalisasi Dunia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s