Lagi tentang Globalisasi

Beberapa waktu lalu, seperti hasil review WordPress terhadap blog usernya, termasuk saya seperti yang pernah saya posting sekitar awal bulan ini, salah satu kata kunci yang dipakai orang yang akhirnya menyasarkan ke blog saya adalah kata kunci : Islam dan Globalisasi. Kata tersebut menjadi salah satu kata kunci yang menyasarkan orang-orang kemari. Nah, jadinya kalo kata wordpress, saya disuruh banyak-banyak posting tentang tema tersebut karena akhirnya tema itu jadi power bagi catatan saya ini.

kebetulan di semester tujuh kemarin saya mengambil mata kuliah Globalisasi dan Politik di Indonesia. Pada kuliah tersebut, saya sempat bikin empat review dari bacaan yang jadi rujukan. Salah satunya adalah dari buku berjudul Globalisation from below. Waktu itu saya cuma ngereview bab satu aja sih, tapi lumayan ngasi pemahaman tentang fenomena globalisasi dan gerakan-gerakan penentangnya.

Berikut review saya dan semoga bisa menjadi tambahan pengetahuan bagi pembaca sekalian, ^_^

****

Globalisasi dan Penentangnya

Bahan Bacaan:

Jeremy Brecher. 2002. Globalization from Below : The Power of Solidarity. Massachusets: South End Press. Chapter 1 “Globalization and Its Specter”.

Beberapa tahun terakhir, globalisasi menjadi tema yang menarik untuk dibahas. Pada abad ke-20 sekarang, fenomena yang terjadi adalah munculnya bentuk baru integrasi ekonomi global. Beberapa aspek yang kemudian juga menjadi menarik untuk dibahas adalah tumbuhnya institusi perdagangan internasional serta pembangunan negara-negara peripheral yang secara tidak langsung berkaitan dengan konfigurasi global. Terjadinya globalisasi ini disebabkan oleh tindakan manusia untuk memperoleh kesempatan ekonomi, menciptakan institusi baru, dan bersaing dengan pemain ekonomi dan politik lainnya.

Terjadinya globalisasi memungkinkan korporasi besar untuk menaikkan jumlah produksinya. Mereka dapat membangun pabrik dan melakukan produksi di negara-negara dunia ketiga sehingga biaya produksi menjadi lebih murah dan jumlah yang diproduksi bisa lebih tinggi. Pasar pada era globalisasi kemudian menjadi pasar tunggal, tempat melakukan jual beli barang dan buruh. Adanya teknologi juga kemudian menjadi pendukung bagi terintegrasinya ekonomi. Dengan teknologi, jarak sebagai hambatan integrasi ekonomi, dapat dikurangi. Dan yang juga menjadi penting dalam globalisasi adalah adanya institusi-institusi global yang mempunyai kekuatan untuk mengakselerasi globalisasi.

Meskipun korporasi beroperasi secara global, tetapi mereka melakukan restrukturisasi untuk menguatkan posisi mereka dalam ekonomi global. Restrukturiasasi tersebut menurut Bennett Harison adalah dalam rangka melakukan kontrol sehingga dapat dilakukan desentralisasi produksi. Perubahan struktur juga terjadi dalam ranah buruh atau pekerja. Rekomodifikasi pekerja menjadikan mereka kehilangan hak-hak mereka secara meningkat kecuali hak untuk tidak menjual jasanya. Berkembangnya ideologi dan kebijakan neoliberal juga merupakan aspek penting dalam mendukung globalisasi, demikian juga peran negara yang berkurang. Ideologi neoliberal yang berkembang lah yang kemudian membentuk kepercayaan pemerintah, mengenai apa yang harus mereka lakukan. Kondisi semacam ini mau tak mau menjadikan negara sangat tergantung. Pada akhirnya proses semacam ini, dengan kontrol negara (terutama pada negara miskin) dalam politik dan ekonomi yang telah diambil alih dan kontrol tersebut terkonsentrasi pada negara-negara investor merupakan bentuk baru dari imperialisme.

Aspek lain yang juga merupakan fenomena terjadinya globalisasi adalah bertambahnya migrasi mengingat manusia sekarang ini dapat melintasi batas-batas dengan lebih mudah. Perjalanan dan wisata internasional menjadi industry yang berkembang kemudian. Selain itu, terjadi pula homogenisasi budaya. Media mempunyai peran besar dalam mengecilkan perbedaan dan meningkatkan keseragaman budaya, yakni budaya korporasi global. Menurut Thomas Friedman, globalisasi kemudian bukan sekedar fenomena dan tren, tetapi sistem internasional yang mempunyai kekuatan kapitalisme pasar bebas di belakangnya.

Apa yang dipaparkan di muka bab satu buku Globalization from below ini, merupakan proses globalisasi dari atas. Proses semacam ini merupakan proses yang menciptakan masalah baru bagi masyarakat dan lingkungan. Ia tidak seperti yang dikatakan para pendukung globalisasi bahwa proses ini akan menguntungkan semua pihak. Proses globalisasi dari atas ini tidak memperhatikan eksternalitas yang terjadi. Hal inilah kemudian yang menjadi kontradiksi. Globalisasi tidak memberikan keuntungan, tetapi malah kerugian-kerugian seperti menyebabkan kemiskinan, meningkatnya kesenjangan dan diskriminasi (terutama kepada perempuan dalam industri, imigran, etnis minoritas, dan masyarakat indeigenous), degradasi demokrasi, dan permasalahan ekonomi.

Globalisasi dari atas tersebut kemudian mendapat perlawanan, yakni dari gerakan yang disebut sebagai globalisasi dari bawah. Pada proses globalisasi dari atas, yang banyak bermain adalah aktor-aktor seperti institusi global dan korporasi. Globalisasi dari bawah memungkinkan aktor-aktor yang berasal dari akar rumput dapat turut serta memperjuangkan kebutuhan dan kepentingannya dalam kancah ekonomi global. Gerakan perlawanan ini dapat muncul dari berbagai aspek seperti misalnya gerakan menuntut proteksi masyarakt indigenous dalam menghadapi perusahaan besar. Gerakan kaum enviromentalis dalam mengupayakan keadilan lingkungan, gerakan kaum perempuan untuk memperjuangkan hak-hak perempuan juga merupakan bagian contoh dari gerakan ini. Gerakan semacam ini tidak hanya terdapat di tingkat lokal, tetapi juga global dan mengalami perkembangan yang cukup pesat dan memainkan perannya secara baik melelui gerakan-gerakan dan organisasi-organisasi mereka.

Para pendukung globalisasi dari bawah ini mengakui persamaan yang mereka miliki dan mengkonstruksi gerakan mereka. Persatuan yang dilakukan ini disebabkan oleh globalisasi sendiri yang memang menciptakan persamaan kepentingan. Mereka bisa jadi mempunyai tujuan yang berbeda dan bermacam-macam (dapat terlihat dari isu gerakan yang bermacam-macam pula) dalam gerakannya, tetapi terdapat kesatuan tujuan yakni mengembalikan kontrol negara, pasar dan korporasi agar demokratis sehingga dunia dan penduduknya dapat bertahan hidup dan membentuk masa depannya. Posisi mereka adalah sebagai oposisi dari globalisasi, merepresentasikan kepentingan masyarakat dan lingkungan secara keseluruhan. Jika pemerintah didominasi oleh kepentingan korporat dan apa yang dilakukannya banyak memberi keuntungan untuk korporat, mereka berupaya mengusahakan kepentingan bersama penduduk seluruh dunia.

3 thoughts on “Lagi tentang Globalisasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s