bagian dari proses

Pagi ini, di tengah membaca ebook yang saya dapati kemarin, saya sambil chat dengan temen saya, satu jurusan dan sama-sama sedang mengerjakan skripsi. Sebut saja A. Kemarin, teman saya yang lain, si O, bilang kalau si A lagi stress terkait skripsi. Tapi si O tidak memberikan alasannya kenapa. Setelah mengaitkan dengan info lain, saya tau, pasti sebabnya sidang proposal.

Pagi ini saya baru tahu, A belum dapat jadwal sidang proposal karena pembimbingnya belum juga konfirmasi kapan bisa mendampingi anak bimbingannya untuk sidang proposal. Katanya dikontak tapi nggak ada respon.

Saya pun jadi teringat nasib skripsi saya pula. Continue reading

Advertisements

Perempuan (saja) yang Harus Baik?

Hanya catatan singkat.
Sebetulnya sudah cukup lama ingin menuliskannya. Beberapa masa silam, ketika itu kondisinya sedang diskusi tentang proses menuju pernikahan, pernikahan, rumah tangga dan tetek bengek tentangnya. Partisipan dalam diskusi tak sengaja itu hanya bertiga. Saya yang Cuma ikut-ikutan, seorang mbak yang sudah mempunyai jagoan kecil, dan seorang laki-laki yang sudah cukup umur untuk menikah.
Entah dari mana diskusi itu bermula, yang jelas bukan saya yang memulai. Ada satu poin yang cukup membuat saya berkomen : ihhhhh, setelah si laki-laki partisipan diskusi itu mengeluarkan pendapatnya. Tau kah apa yang dikatakannya?
“Yang perlu soleh, baik, pinter dalam rumah tangga itu perempuannya aja. Laki-laki mah ga perlu.” Demikian katanya.
Idih. Ko gitu?
“Iya, laki-laki yang penting bisa cari duit, menghidupi keluarga secara financial. Kan yang banyak interaksi sama anak kan yang perempuan. Jadi dia mesti shalihah, pinter, dsb.”
Doeng!! Zzzz..banget gak sih?
Batin saya, dih, enak aja klo semua laki-laki berpikiran gitu.
Helloooo…
Setau saya yah (CMIIW) tugas mendidik anak itu bukan Cuma kerjaan perempuan aja. Udah gitu, emang sih, laki-laki mungkin tugas utamanya menafkahi keluarga. Tapi kan bukan juga berarti melupakan tugas lainnya. Bukankah laki-laki juga punya tugas mendidik istrinya? Kalo laki-laki ga shalih, ga pinter juga, siapa yang akan menshalihahkan istrinya, menjadikannya pintar? Masa iya mau pinjem suami orang? Ckckck -_________-‘’

3 Oktober 2011, 7:10 pm,
Iseng, suntuk skripSIP, tiba-tiba inget ada yg mau ditulis :p