bagian dari proses

Pagi ini, di tengah membaca ebook yang saya dapati kemarin, saya sambil chat dengan temen saya, satu jurusan dan sama-sama sedang mengerjakan skripsi. Sebut saja A. Kemarin, teman saya yang lain, si O, bilang kalau si A lagi stress terkait skripsi. Tapi si O tidak memberikan alasannya kenapa. Setelah mengaitkan dengan info lain, saya tau, pasti sebabnya sidang proposal.

Pagi ini saya baru tahu, A belum dapat jadwal sidang proposal karena pembimbingnya belum juga konfirmasi kapan bisa mendampingi anak bimbingannya untuk sidang proposal. Katanya dikontak tapi nggak ada respon.

Saya pun jadi teringat nasib skripsi saya pula.

Minggu lalu mengejar narasumber di gedung wakil kita. Menunggunya dari jam Sembilan pagi, ternyata yang bersangkutan minta jam sebelas. Saya pun yang sudah datang sejak jam Sembilan harus menunggu. Sampai jam 11, ditunggu 30 menit, 45 menit, belum datang juga hingga jam setengah satu baru saya disapa: “yang dari UI ya?” Sapaan yang sangat menggemberikan ketika itu. Tapi kegembiraan saya tak berlangsung lama. “Saya mendadak ada agenda ketemu pimpinan tadi, mari masuk.” Masih berharap. Tetapi… “jam satu ini saya harus ada di Sahid, ada seminar. Saya ngisi.” Seketika hancur harapan saya. “Kita reschedule aja ya,” kata si Bapak, kemudian menawarkan untuk ketemu lagi besok, setelah sebelumnya Tanya ke asistennya dan dibilang ada agenda komisi. Oke, saya pegang.

Namun, keesokan harinya, sebelum berangkat saya konfirmasi dan dibalas lewat SMS, katanya ga bisa, dan nanti akan diinfokan. Masya Allah, ujian kesabaran lagi. Setelah kemarin menunggu sekitar lima jam, dan hasilnya hari ini dibatalkan.

Fine.

Alhamdulillah saya tidak punya masalah berarti dengan pembimbingsayayangbaikhati. Tetapi di tahap ini kesulitan yang saya alami. Eh tapi ternyata bukan persoalan pemburuan nara sumber saja. Pekan-pekan kemarin saya cukup dipusingkan mengenai skripsi senior yang sudah terdesak lulus dan dia membahas studi kasus yang sama dengan saya, meski dengan angel yang sedikit agak berbeda. Konfirmasi ke pembimbing yang bersangkutan sudah saya lakukan, dan seperti yang dikatakan teman-teman saya, saya harus tetap lanjut.

Permasalahan satu sama yang lain berbeda. Hm, bukan permasalahan. Tapi tantangan. Ya, Mengerjakan hal yang sama, dengan tantangan yang berbeda satu sama lain.
Tantangan itu kesulitannya masing-masing dan diberikan sesuai dengan kemampuan kita. Cukup menghadapinya dengan menyadari bahwa tantangan itu bagian dari proses yang nanti juga akan berakhir dan yang dibutuhkan cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa**. Going to the extramiles!

** Donny Dirgantoro dalam 5 cm

gambar dipinjem dari sini

12/10/11 9:57 am

2 thoughts on “bagian dari proses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s