Tren Anak Jaman Sekarang

Saya tinggal di sebuah kosan yang dijaga oleh seorang bapak-ibu-dan anaknya yang masih kelas 3 SD. Sebutlah nama anak itu Kiki. Tiba-tiba kiki datang kepada saya dan bermaksud pinjam modem. Katanya sih mau dipinjam oleh tetangga kamar. Aneh, kenapa bukan dia yang pinjem sendiri, gak biasanya, begitu pikir saya.

Ternyata si Kiki ini benar-benar menunggu modem saya. Tak lama dia pun berkata tujuannya pinjem modem adalah mau membuat akun mukabuku dengan bantuan tetangga kamar saya. Oalah, begitu pikir saya. Anak kelas 3 SD udah pengen bikin mukabuku. Dia pun cerita kalau temennya yang lain kelas 1 SD bahkan ada anak TK punya akun mukabuku. what the..?? errr..

Modem pun saya berikan, ternyata tak bisa konek di laptop tetangga. Baiklah, di laptop kamar saya saja. Saya pun kemudian ingat, buat akun mukabuku kan perlu akun email juga. Olala, harus bikinin akun email juga dong ya?

Baiklah, saya buatkan. Saya pilih situs penyedia layanan email saya.

Form pun saya isi. Sesuai data si Kiki secara umum termasuk tanggal lahir.

Tapi kok no progress yah? Pikir saya.

Saya reload lagi dan muncul tulisan kurang lebih saya disuruh melengkapi form tersebut. Taukah apa yang baru saya temukan??

Ternyata isian tersebut untuk melengkapi data, yang kurang lebih seolah-olah saya sedang mendaftarkan akun email untuk anak saya. errr… detail sekali disitu. minta alamat email saya dan sejumlah isian terkait kartu kredit. LOL. Saya baru tau nih ada yg begini. haha. Ternyata kelas 3 SD atau umur sekitar 9 tahun ‘belum boleh’ punya akun email.

Karena malas dan emang bukan daftarin anak saya (*jauh amat yak, married aja belum -.-), saya ganti tahun lahir si Kiki dengan memalsukannya jadi kelahiran 93, 10 thn lebih tua dari umur aslinya. hahah. Yak, email pun jadi. Lanjut ke halaman situs muka buku.

Saya pun mengisikan isian sesuai data kiki. Olala.. di mukabuku pun sama. Dia bilang: anda tidak berhak mendaftar. Umurnya masih kemudaan bo’. Nah ini nih, sebenernya kan berarti mukabuku not allows kids to have account. Tapi bocah sekarang? ckckck..

Terus apa yang saya lakukan?

Saya mencoba menjelaskan dengan bahasanya. Coba bicara juga kalo seumurnya belum diperbolehkan. Dia pasti bingung dong, kok temennya pada bisa punya. Saya pun bilang berarti mereka mendaftar dengan data yang gak bener. Saya bilang juga kalo pake laptop ini sudah ga bisa nih, karena saya refresh berkali-kali masih sama tulisannya: anda tidak berhak mendaftar.
Saya tawarkan untuk ke kamar tetangga mencoba disana *sebenernya sih mencoba mengalihkan dan membuat dia ga jadi bikin.

Kalo tetangga saya lebih blak-blakan. Mencoba menjelaskan kalau nanti bisa nyandu, dan menjelaskan sejumlah cerita negatif. Dia pun mencoba advokasi untuk tetap jadi daftar dengan mengatakan kalau dirinya tidak diperbolehkan ke warnet oleh ayahnya. Tapi kami tidak juga meloloskan keinginannya. Dan yaaaahh.. si Kiki pun mulai menunjukkan wajah bete, kesal dan masih pengen tetep daftar. Karena ga bisa konek lagi, ia pun ngambek, buru-buru beresin buku dan LKSnya kemudian pulang. Semoga besok dia sudah lupa keinginannya untuk bikin akun di mukabuku. -.-

2 thoughts on “Tren Anak Jaman Sekarang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s