Habibie-Ainun; antara buku dan film

Akhir tahun lalu, masyarakat Indonesia disuguhkan beberapa film yang menarik. Diantaranya adalah Habibie-Ainun yang diangkat dari buku yang ditulis langsung oleh Pak Habibie yang menceritakan kisahnya dengan separuh jiwanya, Ibu Ainun.
Sebelum filmnya tayang, sengaja saya baca bukunya. Dengan niatan agar bisa merasakan beda antara tulisan dan visualnya. Menurut saya, buku tersebut menarik. Meski di awal saya kurang begitu bersemangat untuk segera menyelesaikan.

Ada beberapa hal remeh yang mengganggu seperti tanda baca yang entah itu bener atau tidak, tapi tidak biasa bagi saya. Di samping itu juga beberapa kalimat yang kurang enak walaupun dibawakan cukup mengalir seperti bahasa lisan. Ah, setelah ditelisik, tidak ditemukan penyunting naskah di buku itu. Bisa jadi tanpa melalui proses tersebut. Overall baik, kisahnya inspiratif.
Bagaimana dengan visualisasinya dalam bentuk film? Secara umum masih dapat dikatakan baik, di luar cukup banyaknya iklan sponsor pada beberapa adegan. hehe. Akting yang dibawakan oleh Reza Rahadian buat saya itu outstanding banget. Pantas saja Pak Habibie menilai akting tersebut dengan nilai cumlaude. Hal teknis yang kurang dan agak mengganggu diantaranya perwajahan Habibie-Ainun di akhir film masih kurang terlihat tua.
Bagaimana dengan adaptasi dari buku ke film? Terus terang ada beberapa hal yang membuat saya kurang puas dan sedikit mengganggu. mungkin ini gunanya harusnya nonton dulu saja. beberapa adegan yang menurut saya harusnya tidak seperti yang difilm. Diantaranya waktu selesai masa jabatan Pak Habibie bertanya mau ngapain setelah ini? yang lantas dijawab dengan sumringah oleh Bu Ainun : berlayar! Oh man, itu seolah-olah mau pergi bersenang-senang. Setau saya, berlayar itu merupakan bentuk terapi khusus agar Bu Ainun menghirup udara segar yang ada di laut. Tentu beda kan?
Ada juga yang kurang ditampilkan di film yang mungkin sepele, tapi sebenarnya penting. setidaknya menurut saya. Kata-kata membangun keluarga sakinah dan Habibie-Ainun manunggal itu sering diulang oleh Pak Habibie dalam bukunya. Tapi dua hal tersebut kurang kuat ditampilkan di film.
Ada adegan menarik di buku yang begitu berkesan bagi saya, yaitu ketika keduanya batal berlayar via Singapore dan akhirnya malah berangkat ke Jerman karena kondisi Bu Ainun. Di buku diceritakan bahwa rencana setiba di Jerman, rombongan akan istirahat di hotel, baru kemudian ke rumah di Jerman setelah itu ke rumah sakit. Tetapi Pak Habibie bersikeras untuk langsung ke RS. Setelah di RS, ternyata dokter mengatakan kalau kondisi sudah kritis dan harus diambil tindakan. Buat saya ini berkesan sekali karena feeling Pak Habibie yang begitu kuat. Seandainya ke hotel dan rumah terlebih dahulu, akan terlambat. Luar biasa. Nah adegan ini gak muncul. Padahal kalau menurut saya, ini bisa jadi penguat untuk menunjukkan kalau mereka manunggal.
Terkhir, yang membuat kurang puas adalah terasa beda antara peran Bu Ainun di film dan di buku. Di buku saya merasa Bu Ainun luar biasa kiprahnya sebagai seorang istri menteri dan kemudian wapres lalu presiden. Aktif di kegiatan sosial seperti Yayasan Orbit. Saya pun bisa merasakan bagaimana keduanya menguatkan dan memiliki kontribusi yang besar bagi masyarakat. Di film, hal ini kurang dieksplor sehingga lebih terasa Bu Ainun cenderung mengalah kemudian tidak begitu banyak kiprahnya di masyarakat. Intinya sih kurang menggambarkan peran yang telah dilakukan.

Ah, tetapi memang seharusnya tidak perlu dibandingkan antara bentuk tulisan dan film. Pasti tidak bisa sama, terlebih berbeda penulis dan penulis skenarionya. Namun secara keseluruhan, kisah tersebut cukup menginspirasi, tidak hanya soal berkarya dan nasionalisme, tetapi juga membangun keluarga.πŸ˜‰

just my two cents,
hanya penikmat, bukan kritikus

One thought on “Habibie-Ainun; antara buku dan film

  1. kalau saya ber-terbalik-an, menonton filmya dulu, baru setelah itu membaca novelnya.πŸ™‚ seperti halnya pribadi yg saya lakukan di karya Dee.

    nice post!πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s