He Knows

Rasanya saya belum share apa aktifitas saya sehari-hari,pun dengan aktifitas keseharian saya sebelum ini. Nah, sekarang mau cerita nih tentang apa yang saya rasakan mengenai keseharian saya. Hoho.
Dulu sekali, waktu buku harian atau lazim disebut Diary masih jadi ‘mainan’ generasi 90-an, ingat gak kalau pada saling bertukar biodata antar teman?
Salah satu poin dalam biodata tsb adalah cita-cita. Saya ingat betul, tidak hanya menuliskan satu profesi sebagai cita-cita. Di buku si A, pernah nulis mau jadi dokter, di buku lain, gak jarang juga menulis cita-cita sebagai reporter.
Walhamdulillah, kini Allah kasi saya kesempatan untuk itu. Menjadi reporter. Dulu, yang jadi bayangan saya ketika itu adalah betapa asiknya perkerjaan seorang reporter yang banyak melakukan perjalanan juga bertemu banyak orang.
Satu tahun ke belakang memang saya mencoba peruntungan untuk apply pekerjaan di media melalui situs pencarian kerja. Tinggal daftar di situs tersebut, dapat info, apply dan saya terserah aja hasilnya gimana. Tidak ngoyo karena memang saat itu saya bekerja untuk sebuah lembaga.
So far saya masih menikmati aktifitas saya di sebuah majalah bisnis cukup ternama. Senang banyak bertemu orang baru, entah dari liputan atau wawancara-wawancara yang saya lakukan. Banyak insight yang bisa diambil ketika bertemu mereka. Dan ternyata, ritme kerja untuk sebuah majalah dwi-mingguan ini cocok untuk saya.
Kok berlainan dengan bidang yang ditekuni selama kuliah?
Mungkin ada yang mikir tentang ini. Saya pun sejak kuliah gak pernah kebayang untuk terjun ke jurnalistik lagi setelah sebelumnya pernah nyicip pas jaman putih abu. Tapi ternyata Tuhan menunjukkan kemari. So,selama bisa enjoy, bisa petik hikmah, dan tentunya belajar, why not? Apalagi waktunya cocok karena saya gak harus standby 8-5, meski bisa juga pekerjaan baru selesai setelah jam itu. Emang sih, ini bukan akhir pencapaian tentang pekerjaan/kontribusi yang saya inginkan. Sempet kepikir, gimana ya cita-cita yang itu? Beruntungnya, temen saya beropini, bidang ini justru luas, temukan aja linkage-nya, begitu katanya. Dan kemudian saya pun kembali bersemangat. Yeay!
Ah ya, gimana soal finansial?
Jumlahnya emang gak sebanyak yang didapet temen-temen di perusahaan multinasional. Tapi lagi-lagi, rezeki itu udah diatur sama Tuhan. InsyaAllah akan dicukupkan. Ia tahu apa yang dibutuhkan hamba-Nya. Mana tahu kan, kaya saya gini bisa dapet doorprize gadget yang ga pernah kepikir bakal saya kebeli. :p etapi, balik lagi sih ke apa yang ingin diraih dalam hidup. Hoho

Yap, itulah seklumit cerita jurnalis AC kalau kata temen saya. Hehe. Jalani apa yang kiranya kau suka dan dibukakan jalannya sama Dia. Kalau gak suka dan ga ketemu jalannya, tinggalin aja.😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s