Mendadak Phuket

Trip pertama saya ke luar ini memang mendadak. Boleh dibilang ini adalah trip terjauh dengan persiapan tersingkat yang pernah saya lakukan. Kalau biasanya (ceilah, kayak sering banget jalan), paling tidak butuh sebulan untuk menyiapkan perjalanan ngebolang. Sebut saja perjalanan waktu ke Bromo – Sempu, terus ke Baluran – Menjangan, dan Dieng. Semua sudah dirancang sebulan lebih sebelum keberangkatan. Gimana dengan trip ke Phuket kali ini? Yak, cuma dua minggu sodara-sodara!😀

Jalan-jalan ke Phuket ini sebetulnya keinginan adik saya, sebut saja Zaki atau Anis. Dia ngajak temennya, ngajak saya juga. Saya mau aja sih, tapi maunya dalam waktu dekat, bulan Maret aja, kata saya waktu adik ngajak jalan. Waktu itu awal tahun. Tapi dia kayak sulit kalau terlalu cepat, butuh cuti dsb. Eh, tetiba, doi dapet info dari temennya yang punya keanggotaan loyality member Air Asia kalau ada promo ke Phuket, Penang dan mana lagi gitu. Dibuatlah rencana berangkat bulan Mei. Saya saat itu masih mikir-mikir untuk ikut.

Karena mempertimbangkan ini-itu dan dipersuasi, akhirnya saya mengiyakan. Persiapan yang dimulai dengan mencari tiket pun segera dilakukan. Selain saya dan adik saya, Zaki, Widi, Anna, Maya ikut dalam kelompok ini. Rapat via grup whats App pun kami lakukan guna menentukan tanggal yang pas buat semuanya.

Eh, ndilalah, di tanggal yang sudah disepakati, nggak ada tiket yang available buat berenam. Waktu booking tiket udah hampir habis. Bingung dong? Jelas saja. Apalagi waktu itu kami sudah transfer uang ke orang yang akan memesankan tiket. Gak lucu dong kalau bataaalll….. ?

Akhirnya, kami pun memilih dari sejumlah tanggal yang available dan kemudian memutuskan pergi tanggal 20-22 Maret 2015 lalu. Untuk tiket penerbangan PP Jakarta – Phuket ini biaya yang kami keluarkan per kepala adalah Rp 900 ribu.

Selanjutnya kami pun mulai menyusun rencana tentang akan kemana saja dan bagaimana dengan akomodasi selama di Phuket. Berbekal browsing, kami pun membuat daftar destinasi yang bisa dituju untuk kemudian memilihnya.Phuket terkenal dengan wisata alamnya berupa pantai. Nama sejumlah pantai ada di list kami, juga wisata pulau seperti Phiphi Island dan James Bond Island. Untuk kedua destinasi ini, ada beberapa titik yang bisa dituju sekaligus. Tak ketinggalan, ada pula wisata berupa bangunan yang identik dengan agama tertentu. Wat Chalong dan Big Buddha masuk dalam daftar. Dari browsing pun, kami menemukan tempat wisata yang tampaknya menarik, Upside Down House alias Banteelanka.

Karena untuk wisata ke pulau butuh seharian, kami pilih satu saja yaitu ke Phiphi Island. Kebetulan kami dapat kontak seorang asal Indonesia yang tinggal disana dan menawarkan jasa wisata. Harganya cukup bersahabat 1200 THB per orang untuk ke Phiphi Island. Itu udah termasuk dijemput dari penginapan, makan siang di Phiphi Island dan kembali ke penginapan. Rutenya yaitu dari dermaga ke Viking Cave, Maya Bay, Monkey Beach, Phiphi Island, Khai Nok Island. Hari Minggunya, kami putuskan untuk city tour menikmati Phuket.

Akomodasi dan Budgetting

Saatnya merencanakan akomodasi. Untuk akomodasi, kami cari melalui situs booking.com ketika mencari penginapan. Salah seorang teman adik saya sempat membuatkan itinerary dan mengusulkan cari penginapan di daerah Patong. Patong ini semacam Kuta kalau di Indonesia. Banyak bule dan malamnya begitu hidup. Banyak party juga mungkin. Karena berbagai pertimbangan, kami urung cari penginapan di Patong dan lebih memilih ke Phuket Old Town.

Salah satu alasan kenapa kami memilih Phuket Old Town adalah karena lebih dekat jaraknya jika kami ingin ke Phiphi Island. Sebetulnya sama aja sih, karena kalau ikut agent tour, bakal dijemput juga. Tetapi yang lebih penting, karena kami semua perempuan – berhijab pula, Old Town lebih sesuai buat kami. Begitulah sependek pikiran kami. Ah ya, nama penginapan yang kami pilih adalah D’Corner & Guesthouse. Kami dapat harga yang cukup walaupun memesan agak mepet. Jumlah yang kami bayarkan adalah 3000 THB untuk enam orang, dua malam. 1 THB kurang lebih Rp 400, jadi masing-masing membayar kurang lebih Rp 200rb untuk dua malam.

Karena pesawat kami baru tiba di Bandara Internasional Phuket sekitar pukul 20.10. kami pun memikirkan akan naik apa ke penginapan. Dari penelusuran di internet, bus kota sudah tidak tersedia di atas jam 8 malam. Konon di bandara ada banyak minivan yang bisa jadi alternatif. Tapi minusnya, kata orang-orang bisa jadi dipaksa pindah penginapan karena diantar ke penginapan yang sudah kerja sama sama sopir-sopir mini van tsb.

Sedari awal saya sudah berprasangka, kayaknya kami gak akan pakai jasa Pak Warseno untuk ke Phiphi Island saja. Prasangka saya terbukti. Karena memang beliau menyediakan jasa jemput dari bandara pula. Awalnya kami mau pakai untuk ke Phiphi saja sesuai rekomendasi awal dari yang memberi kontaknya bahwa bisa ke Phiphi lewat beliau. Penjemputan dari bandara menuju penginapan ini umumnya bisa juga minta dari penginapan, tetapi preferensi kami kemudian jatuh ke beliau. Pun demikian dengan City Tour yang kami rencanakan untuk hari Minggu. Tadinya berpikir mungkin akan naik tuk-tuk. Tapi karena berenam, saya pikir lebih nyaman kalau sewa mobil. *ini sebetulnya saya sih yang males kalau harus naik turun cari-cari kendaraan, apalagi kalau mesti sambil bawa ransel yang cukup berat. :p Sudah browsing dan dapat patokan harga, akhirnya kami ke Pak Warsono juga. hahaha. Yah, gimana lagi, mau nanya, mau nego gampang, orang pake bahasa Indonesia :))

Oleh Pak Warsono, kami diberi harga yang menurut kami cukup sesuai. Untuk penjemputan, 1000 THB. Kemudian untuk city tour, sebelumnya kami punya patokan dari sebuah situs penyewaan untuk 12 jam. Dengan Pak Warsono, kami merencanakan memakai jasanya sekitar 12 jam dengan harga 3000 THB. Riilnya kami ga jadi 3000 THB dan alhamdulillah harga bisa disesuaikan, hihi.

Soal budget nih, berapa sih yang kira-kira dibutuhkan? Hehe

Dengan modal angka-angka di atas, budget sudah mulai bisa terukur dong? Kita hitung dengan asumsi 1 THB = Rp 400 yaa..

Pertama, biaya pesawat Rp 900 ribu. Ini bukan harga yang murah banget, tapi cukup. Karena ada pilihan harga Rp 800 ribu, tapi harinya Rabu – Minggu. Pilihan kami lebih ke Jumat – Minggu saja.

Kedua, akomodasi. Penginapan per orang kurang lebih 500 THB. Penjemputan dari bandara 170 THB. Transportasi untuk city tour 200 THB. Ini belum termasuk makan yaaa.. Jadi kurang lebih 870 THB atau kurang lebih Rp 350 ribu.

Ketiga, biaya tour. Ke Phiphi Island 1200 THB, Upside Down House 250 THB. Rp 580 ribu.

Kalau saya pribadi kemarin menganggarkan untuk semua kecuali pesawat Rp 2 juta, untuk ditukar ke THB. Jumlah ini bisa didapat dengan menghitung biaya di atas dan perkiraan berapa biaya makan (ps. biaya makan di sana relatif murah atau sama kaya di Indo, jadi mudah memperkirakan), belanja oleh-oleh (ps. kalau hobi belanja, Rp 2 juta sih gak cukup huehue), dan biaya tak terduga yang biasanya sekitar 10% jumlahnya. Ups, maaf saya sedang agak malas merinci detil berapa harga yang pantas untuk masing-masing pos itu. Saya nentuin segitu juga dari kira-kira aja, mihihihi.

Selanjutnya, bagaimana petualangan kami selama di Phuket? Ikuti kisah selanjutnya di postingan setelah ini. Sampai jumpa!😀

 

Update:

Karena sesuatu dan lain hal, alias males, saya ga jadi posting lebih lanjut. Tapi sedikit tambahan mengenai rute di hari Minggu. Kami sebetulnya ingin juga ekspolore lingkungan sekitar menginap di malam hari. Tapi tepar. Akhirnya baru kesampaian, pagi-pagi sampai akhirnya merasa cukup dan kembali ke penginapan untuk siap-siap.

Jadi dari penginapan setelah beberes dan siap, kami ke sejumlah tempat. Ke tempat oleh-oleh di antaranya. Kami ke tempat oleh-oleh kaos (maapkeun, lupa namanya), ke tempat pembuatan madu (ini yang jualnya pinter deh, ngasi informasi gitu modelnya. Kami masuk ke dalam ruangan dengerin dia bicara – bisa bahasa melayu dan mencicipi madu), tempat oleh-oleh yang jual gantungan kunci, magnet, kaos juga, sampe makanan ringan spt mete dan keripik buah. Oia, kami ke Wat Chalong, Upside Down House dan Big Buddha di hari Minggu ini. Free. Setelahnya, kami singgah di beberapa point yang ada pantainya, diantaranya Patong Beach.

Di sela-sela city tour ini lah juga bisa sambil menikmati kuliner Thailand. Waktu itu kami mencoba Tom Yam dan Mango with Sticky Rice. Yummyyy!

One thought on “Mendadak Phuket

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s