(Semi) Solo Travelling : Melaka

Apa jadinya kalau sudah beli tiket untuk backpacker-an dan ternyata teman seperjalanan kita yang Cuma satu-satunya batal berangkat? Batal berangkat juga atau tetap jalan meski sendirian?

Kalau saya, saya memilih untuk tetap jalan meski si dia tidak jadi berangkat.

Sekitar awal tahun 2016, adik saya yang mengikuti berbagai grup backpacker, dapat info kalau ada ‘eror’ di tra**l*ka. Tiket KL – HK pp 500 ribu saja. Siapa yang bisa nolak coba? Alhasil kami berdua booking tiket untuk Mei 2016. Sayangnya, karena satu dan lain hal, adik saya membatalkan keberangkatannya.

Sejujurnya agak berat kalau saya mesti jalan sendiri, tapi, sayang juga kalau tiketnya hangus gitu aja. Akhirnya, saya tetap jadi berangkat. Pernah suatu kali saya berpikir, sepertinya perlu untuk melakukan perjalanan sendirian ke tempat yang baru. Rupanya, ini saatnya! Uyeaah.

Tapi, apakah saya benar-benar sendirian?

Continue reading

Advertisements

Melanglang di Malang

Merasa sangat cupu karena minim melakukan perjalanan, melanglang dan menjelajah, saya bertekad untuk menjejak lebih banyak di bumi-Nya tahun ini. Maka, ajakan untuk melanglang dari kawan saya jelas tidak mau saya lewatkan. Berawal dari obrolan kawan-kawan saya yang manis dan jomblo, yang sama-sama pengen liburan, kami membicarakan beberapa tempat yang bisa masuk list. Akhirnya pilihan jatuh pada Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Karena Bromo letaknya dekat dengan Malang, jauh dari domisili kami di Jakarta, saya mengusulkan bagaimana jika ditambah ke Pulau Sempu. Melihat gambar-gambar Sempu di internet, siapa yang tidak tertarik? Palu pun diketok, 9-12 Maret 2013 waktunya. Perjalanan ke Malang ini jadi perjalanan pertama saya ke Jawa Timur.

Menurut rencana, perjalanan ini mestinya diikuti oleh sekitar 14 orang. Tapi, apa mau dikata, beberapa batal berangkat karena satu dan lain hal. Jadilah kami bersembilan. Saya, Nanda, Widy, Luluk, Terry, Ayu, kemudian adik saya Anis dan temannya, Yorra. Girls trip? Oh tidak sebenarnya. Ada satu lagi peserta, Dudung namanya, kawan Nanda di kantor.

Menurut rencana pula, kami berangkat dengan kereta Matarmaja dari Pasar Senen. Tapi, apa mau dikata pula, ada kisah yang menjadikan kami berlima tidak berjodoh dengan Matarmaja.
Continue reading